
Outdoor Study Riset Class Program: Penelitian dan Pembuatan Biolim (Pupuk Cair dari Proses Fermentasi) Membentuk Generasi Berjiwa Ilmiah
Ponorogo – Dalam rangka memperluas pengalaman dan pemahaman siswa terhadap penerapan ilmu pengetahuan alam, Riset Class Program MTsN 1 Ponorogo menyelenggarakan kegiatan Outdoor Study terkait “Penelitian dan Pembuatan Biolim (Pupuk Cair dari Proses Fermentasi)”. Kegiatan ini diselenggarakan pada hari Rabu, 5 November 2025. Kegiatan ini melibatkan seluruh siswa kelas 8E, serta didampingi oleh Ketua Program Kelas Riset, Guru Pendamping, dan Waka Kurikulum. Kegiatan ini dilaksanakan pada jam pelajaran ke- 1 sampai dengan jam pelajaran ke-6 yang bertempatkan di Gandu tepatnya di rumah Bapak Drs. Adib Suhairi, M.Pd., selaku penggagas Adiwiyata Ponorogo. Tujuan kegiatan ini yaitu memberikan pengalaman langsung kepada siswa dalam melakukan riset terapan di bidang lingkungan dan sebagai persiapan untuk pembuatan proposal individu pada semester 4 mendatang.
Kegiatan ini diawali dengan prolog dari Bapak Drs. Adib Suhairi, M.Pd., yang menjelaskan terkait pembuatan biolim yang dihasilkan melalui proses fermentasi. Kemudian para siswa mempraktekkan proses pembuatan biolim yang terbuat dari bahan-bahan seperti: tetes tebu, air, ragi tape, tape tela, serta penyedap rasa untuk membangkitkan mikroba. Para siswa mempersiapkan wadah biolim berupa botol bekas minuman dan melubangi tutupnya dari rumah. Proses pembuatan yang sangat mudah dan keberadaan bahan biolim yang mudah ditemukan membuat para siswa sangat antusias.
Guru pendamping riset, Ibu Yusmaniar Afifah Noor, M.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan agenda tahunan dan sudah dilaksanakan pada tahun ketiga. Beliau juga menyampaikan bahwasanya kegiatan ini sangat bermanfaat bagi para siswa.
“Dengan adanya kegiatan ini, para siswa menjadi lebih serius melihat fenomena dan peka terhadap lingkungan. Selain itu, harapannya para siswa dapat memperbanyak literasi supaya pengetahuannya semakin bertambah dan berkembang”, tuturnya.
Lebih lanjut para siswa juga mengungkapkan rasa antusiasmenya terhadap kegiatan penelitian dan pembuatan biolim.
“Kegiatan ini sangat menarik dan tidak terfikirkan jika biolim ini dapat diberikan sebagai pakan hewan ternak sehingga nantinya melalui proses pencernaannya hewan, namun tidak mencemarkan lingkungan”, ujarnya.
Melalui kegiatan Outdoor Study ini, diharapkan para siswa dapat menumbuhkan jiwa ilmiah, kepedulian terhadap lingkungan, serta keterampilan riset yang aplikatif. Biolim yang dihasilkan juga diharapkan dapat dimanfaatkan oleh warga sekolah sebagai pupuk organik yang ramah lingkungan.



