
Membangun Bahan Ajar Interaktif dan Adaptif menggunakan Prinsip Deep Learning dalam Kurikulum Berbasis Cinta: Ciptakan Pembelajaran Inovatif dan Berkesan
Ponorogo – Dalam rangka menciptakan pembelajaran yang inovatif, bermakna, dan dekat dengan siswa, MTsN 1 Ponorogo menyelenggakan workshop dengan tema “Membangun Bahan Ajar Interaktif dan Adaptif menggunakan Prinsip Deep Learning dalam Kurikulum Berbasis Cinta”. Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu, 22-23 November 2025 di aula MTsN 1 Ponorogo diikuti oleh seluruh guru dan karyawan MTsN 1 Ponorogo serta guru madrasah di wilayah selatan Ponorogo.
Kegiatan dimulai dengan pemaparan materi Deep Learning dan Kurikulum Berbasis Cinta oleh Dr. Katni, M.Pd.I yang menjelaskan terkait menganalisis capaian pembelajaran, menyusun tujuan pembelajaran menggunakan acuan taksonomi bloom, menyusun alur tujuan pembelajaran, kerangka pembelajaran, prisip pembelajaran, pengalaman belajar, asesmen pembelajaran, kerangka pembelajaran, serta dimensi profil lulusan. Lebih lanjut beliau mengungkapkan,
“Tugas guru sebagai inspirator dan motivator, namun untuk pembelajarannya berpusat pada peserta didik dimana segala sesuatunya perlu dilakukan berulang-ulang dimana ini merupakan penerapan dari kurikulum berbasis cinta”, tuturnya.
Kemudian materi selanjutnya terkait “Membangun Bahan Ajar dan Penyusunan Modul Ajar Interaktif dan Adaptif” yang disampaikan oleh Dr. Sigit Dwi Laksana, M.Pd.I menggunakan gemini AI dan padlet ta. Materi disampaikan melalui praktik langsung, termasuk penggunaan AI yang dapat membantu guru merancang modul dan bahan ajar yang lebih menarik dan responsif. Para peserta workshop dibagi menjadi beberapa kelompok sesuai dengan mata pelajaran masing-masing kemudian mempraktekkannya.
Para guru menyambut dengan antusias workshop ini. Banyak yang menyatakan bahwa materi yang diterima membantu mereka memahami bagaimana teknologi dapat digunakan tanpa meninggalkan nilai-nilai kemanusiaan.
“Selama ini kami mengenal deep learning hanya dalam konteks teknologi. Ternyata konsep ini dapat diterjemahkan menjadi pendekatan pembelajaran yang mendalam dan lebih terarah,” ujar salah satu peserta.
Dalam sambutannya pihak madrasah menyampaikan bahwa workshop ini merupakan bagian dari komitmen madrasah untuk menghadirkan pendidikan yang berkualitas, relevan dengan perkembangan zaman, dan tetap berakar pada nilai-nilai dimensi profil lulusan.
“Anak-anak kita hidup di era digital. Guru harus mampu memanfaatkan teknologi, tetapi hati tetap harus berada pada peserta didik. Pembelajaran harus mendalam dan penuh cinta,” tuturnya.
Setelah mengikuti workshop ini, setiap guru diharapkan mampu mengembangkan bahan ajar digital yang interaktif, merancang pembelajaran yang adaptif sesuai kebutuhan peserta didik, menerapkan AI dengan tepat, serta mengintegrasikan nilai-nilai dimensi profil lulusan pada setiap proses belajar.
Workshop ini menjadi langkah nyata MTsN 1 Ponorogo dalam membangun pendidikan yang maju secara teknologi dan berkesan sehingga menjadikan madrasah sebagai ruang tumbuh yang menyeimbangkan kecerdasan, karakter, dan kemanusiaan



