
Monitoring dan Evaluasi KBC: MTsN 1 Ponorogo Teguhkan Pembelajaran Humanis dan Berkarakter
Ponorogo – MTsN 1 Ponorogo menyelenggarakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang dilaksanakan pada Kamis, 5 Februari 2026, bertempat di Aula MTsN 1 Ponorogo. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh guru MTsN 1 Ponorogo sebagai upaya peningkatan kualitas pembelajaran dan penguatan karakter peserta didik melalui implementasi KBC secara berkelanjutan.
Kegiatan monitoring dan evaluasi diawali dengan supervisi pembelajaran yang dilakukan di masing-masing kelas. Guru melaksanakan pembelajaran sesuai perencanaan, kemudian hasil pelaksanaan tersebut direviuw oleh Pengawas Kementerian Agama Kabupaten Ponorogo untuk memberikan masukan dan rekomendasi perbaikan ke depan.
Dalam review-nya, Ibu Rowiyana, M.Pd. menyampaikan bahwa implementasi KBC perlu dilakukan secara konsisten dengan mengintegrasikan nilai 8 Dimensi Profil Lulusan (8 DPL) dan Panca Cinta secara proporsional. Proses pembelajaran dan penilaian harus disusun secara runtut serta diiringi penanaman karakter peserta didik melalui penguatan ruh batiniah tanpa keterpaksaan. Guru juga diharapkan menghadirkan pembelajaran yang menyenangkan, melaksanakan refleksi, tidak bergantung pada LKS sebagai satu-satunya sumber belajar, serta mengabdi dengan ilmu dan hati.
Sementara itu, Ibu Iswahyuti, M.Pd. menegaskan bahwa materi KBC yang telah diterima dapat diterapkan dalam konteks madrasah. Implementasi KBC merupakan pengembangan dari deep learning dengan penekanan pada nilai cinta dalam kehidupan madrasah. Hal ini diwujudkan melalui kebijakan ramah lingkungan, perhatian terhadap kondisi kelas saat pembelajaran dimulai, penerapan disiplin positif dalam menghadapi peserta didik, khususnya yang hiperaktif, serta pembelajaran yang berfokus pada bimbingan, bukan hukuman. Selain itu, perangkat pembelajaran tidak harus lengkap secara administratif, namun perlu bermakna, didukung kebersihan kelas, dan melibatkan kesepakatan aturan bersama di dalam kelas.
Pada kesempatan tersebut, Bapak Dr. Luluk Yunan Ruhendi, M.Pd. dalam sambutannya menegaskan bahwa MTsN 1 Ponorogo sebagai madrasah piloting perlu terus dimonitor dan disupervisi untuk memastikan implementasi Kurikulum Berbasis Cinta berjalan optimal. Pembelajaran diharapkan mampu mengintegrasikan nilai cinta melalui kebijakan ramah lingkungan, disiplin positif, budaya kelas yang partisipatif, serta pembelajaran yang berpusat pada peserta didik. Guru diharapkan menghadirkan suasana belajar yang nyaman, reflektif, dan penuh kasih sayang agar nilai-nilai karakter dapat tertanam secara bermakna.
Melalui kegiatan Monitoring dan Evaluasi KBC ini, diharapkan seluruh guru MTsN 1 Ponorogo semakin memahami dan mampu mengimplementasikan Kurikulum Berbasis Cinta secara efektif dalam pembelajaran. Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat budaya madrasah yang humanis, berkarakter, dan berorientasi pada pengembangan potensi peserta didik secara menyeluruh.



