
Upacara Hardiknas MTsN 1 Ponorogo: Teguhkan Pendidikan Berkarakter Berlandaskan Asah, Asih, dan Asuh
Ponorogo – MTsN 1 Ponorogo melaksanakan upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional pada Sabtu, 2 Mei 2026. Kegiatan yang berlangsung di halaman madrasah ini dimulai pukul 07.00 WIB dan diikuti oleh seluruh guru, tenaga kependidikan, serta murid kelas VII dengan penuh khidmat.

Bertindak sebagai pembina upacara, Kepala MTsN 1 Ponorogo, Bapak Taufik Effendi, S.Ag., M.Pd.I menyampaikan amanat yang sarat makna tentang pentingnya pendidikan dalam membangun karakter bangsa dan mengingatkan bahwa pencetusan Hari Pendidikan Nasional tidak lepas dari situasi perjuangan bangsa Indonesia saat masih dalam masa penjajahan.
Dalam amanatnya, beliau juga mengajak seluruh peserta upacara untuk mengingat pesan para pendiri bangsa, termasuk Ir. Soekarno dengan semboyan “Jas Merah” (jangan sekali-kali melupakan sejarah). Menurutnya, generasi saat ini, khususnya generasi alfa yang telah akrab dengan teknologi dan gawai, harus tetap memahami sejarah serta nilai-nilai perjuangan bangsa.
Lebih lanjut, beliau menyinggung sosok Ki Hajar Dewantara sebagai pelopor pendidikan nasional yang lahir pada 2 Mei. Perjuangannya dalam mendirikan Taman Siswa menjadi tonggak penting dalam dunia pendidikan Indonesia.Nilai-nilai luhur Ki Hajar Dewantara kembali digaungkan melalui konsep sistem among yang berlandaskan tiga pilar utama, yaitu asah (ilmu), asih (kasih sayang), dan asuh (pembinaan). Ketiganya menjadi fondasi penting dalam membangun peradaban bangsa yang berkarakter dan bermartabat,” kutip beliau dalam amanatnya.

“Nilai-nilai luhur Ki Hajar Dewantara kembali digaungkan melalui konsep sistem among yang berlandaskan tiga pilar utama, yaitu asah (ilmu), asih (kasih sayang), dan asuh (pembinaan). Ketiganya menjadi fondasi penting dalam membangun peradaban bangsa yang berkarakter dan bermartabat,” kutip beliau dalam amanatnya.
Beliau juga menegaskan filosofi pendidikan “Ing ngarso sung tulodo, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani” yang mengandung makna bahwa seorang pendidik harus mampu menjadi teladan, penggerak, sekaligus pemberi dorongan bagi peserta didik.
Dalam era digital saat ini, Kepala Madrasah mengingatkan bahwa ilmu pengetahuan dapat dengan mudah diakses melalui teknologi. Namun etika, karakter, dan perilaku harus dibentuk melalui pembiasaan dalam kehidupan sehari-hari. “Bangsa ini tidak cukup hanya pintar, tetapi juga harus memiliki karakter, berbudi luhur, dan berakhlak karimah, termasuk dalam etika berinternet,” tegasnya.
Lebih lanjut, beliau juga berpesan agar para siswa tidak merasa takut untuk datang ke sekolah, melainkan menjadikannya sebagai tempat yang nyaman untuk belajar dan berkembang. Pendidikan harus mampu memanusiakan manusia dan membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat dalam moral dan spiritual.
Upacara berlangsung dengan tertib dan penuh semangat nasionalisme. Melalui peringatan Hari Pendidikan Nasional ini, diharapkan seluruh warga madrasah semakin menyadari pentingnya pendidikan dalam membangun generasi masa depan yang unggul, berkarakter, dan berakhlak mulia. Hal ini sejalan dengan visi MTsN 1 Ponorogo yaitu, Unggul, Inovatif, dan Kompetitif. (Humas)



