
Latihan Dasar Kepemimpinan OSIM/MPK MTsN 1 Ponorogo: Mengembangkan Pemimpin Muda yang Inspiratif, Berkarakter, serta Berakhlak Mulia
Ponorogo – MTsN 1 Ponorogo kembali menyelenggarakan kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) bagi pengurus OSIM dan MPK periode 2025/2026. Kegiatan ini mengangkat tema “Mengembangkan QUDWAH SMART dan menjadi Pemimpin Muda yang Inspiratif, Berkarakter serta Berakhlak Mulia”. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Selasa, 3 Desember 2025 di aula madrasah. Kegiatan ini menjadi agenda setiap tahun dalam rangka membentuk karakter pemimpin muda yang bertanggung jawab, visioner, dan mampu bekerja sama dalam tim.
Kegiatan LDK dibuka secara resmi oleh Wakil Kepala Kesiswaan, Bapak Latif Usman Wahid, S.Ag. didampingi oleh pembina OSIM/MPK, kepala TU, serta pemateri LDK. Beliau menyampaikan bahwa beberapa waktu yang lalu telah dilakukan proses seleksi untuk memilih anggota OSIM/MPK dan para peserta yang lolos merupakan siswa terbaik yang siap mengemban amanah kepemimpinan.
“Kalian ditempa melalui kegiatan LDK ini sebagai wadah pembentukan mental dan karakter agar kelak menjadi pemimpin yang berakhlak, berintegritas, dan bermanfaat bagi sesama”.
Selanjutnya, peserta mendapatkan materi mengenai pembentukan mental karakter calon pemimpin yang disampaikan oleh Bapak Aipda Sugiyanto selaku kanit Binmas Polsek Balong, dengan pembukaan lagu penuh makna persahabatan:
“Di sana teman, di sini teman, di mana-mana kita berteman. Tak ada musuh, tak ada lawan. Tidak ejek-ejekan, tidak pukul-pukulan.”
Beliau memaparkan bahwa bullying memiliki tiga kategori utama, yaitu:
- Bullying verbal berupa ejekan dan mempermalukan orang lain.
- Bullying sikap dan kepribadian yang menyerang ketenangan mental seseorang.
- Bullying mental melalui pemaksaan pendapat dan penolakan terhadap perbedaan.
Beliau menegaskan bahwa korban maupun saksi bullying wajib melapor kepada guru, serta mengajak siswa untuk saling membantu dan menjadi penyemangat bagi teman yang mengalami perlakuan tidak baik. Pelaku bullying juga berpotensi menjalani proses pidana lanjutan sesuai hukum.
Selain itu, beliau menekankan pentingnya empati dan sikap menghargai, serta berbakti kepada orang tua.
“Jangan sampai orang tua menangis karena perbuatanmu. Keberhasilanmu tidak lepas dari pengorbanan mereka.”

Materi kedua disampaikan oleh Bapak Fatchurrohman Syah, selaku Penyuluh Badan Wakaf Al-Qur’an Madiun. Beliau mengingatkan bahwa anak yang berbakti adalah anak yang menjaga perasaan dan martabat orang tua. Beliau juga menekankan pentingnya disiplin waktu, manajemen diri, dan menjaga masa depan, serta tidak terjebak pada hal-hal yang bisa merusak kehormatan diri.
“Takutlah pada masa depanmu sendiri. Hidupmu adalah tanggung jawabmu.”
Dalam penjelasannya mengenai kepemimpinan dijelaskan sebagai:
“Kemampuan menggerakkan dan memotivasi orang lain menuju kebaikan, memberi dampak, dan menjadi inspirasi”.
Beliau menyampaikan bahwa kunci utama keberhasilan pemimpin OSIM yaitu:
- Disiplin
- Bertanggung jawab
- Integritas
- Pantang menyerah
- Mampu membaca situasi dengan baik
Beliau juga mengungkapkan konsep manajemen diri menurut Stephen Covey bahwa pemimpin hebat itu ialah menempatkan hal utama sebagai prioritas utama, serta menjalankan disiplin dan kerja keras dalam meraih cita-cita.
Kegiatan ditutup dengan renungan yang menyentuh hati mengenai pengorbanan orang tua, tanggung jawab kepemimpinan, dan perjuangan meraih masa depan. Peserta diajak untuk bersholawat dan merenungkan nilai moral dari perjuangan hidup.




