
Program Magang 1 dan 2 Fakultas Tarbiyah IAIRM Ngabar Ponorogo di MTsN 1 Ponorogo
Ponorogo – MTsN 1 Ponorogo kembali menjadi tempat pelaksanaan Program Magang 1 dan Magang 2 bagi mahasiswa Fakultas Tarbiyah IAIRM Ngabar Ponorogo. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa semester 5, yang terdiri dari 11 mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam dan Pendidikan Bahasa Arab. Program ini bertujuan memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa untuk mengenal dunia pendidikan madrasah, baik dari segi pembelajaran maupun administrasi sekolah. Acara ini dilaksanakan pada hari Senin, 20 Oktober 2025 secara khidmat dan semangat kolaboratif di laboratorium komputer MTsN 1 Ponorogo serta dihadiri oleh Kepala Madrasah, Waka Kurikulum, Waka Humas, Guru Pamong, serta Dosen Pembimbing Lapangan.
Dalam sambutannya, Kepala MTsN 1 Ponorogo, Bapak Nyamiran, M.Pd.I, menyampaikan pesan agar mahasiswa melaksanakan magang dengan penuh tanggung jawab dan semangat belajar tinggi.
“Laksanakan program magang sebaik-baiknya. Bagi yang memiliki potensi, segera beradaptasi dengan lingkungan madrasah. Boleh keras, tapi jangan kejam. Jika menghadapi siswa yang menantang, jangan terpancing. Cobalah masuk ke dunia mereka, pahami apa yang ingin mereka ungkapkan,” tuturnya.
Selama program berlangsung, para mahasiswa dibimbing oleh empat guru pamong, yaitu: Ibu Umi Suswati, S. Ag., sebagai guru pamong mata pelajaran akidah akhlak, Ibu Hj. Nur Wahyuni, S.Ag., sebagai guru pamong mata pelajaran fikih, Ibu Nur Hamidah Wahid, S.Ag., sebagai guru pamong mata pelajaran bahasa arab, serta Bapak Muh. Khoiruddin, S.Pd.I, M.Pd., sebagai guru pamong mata pelajaran SKI.
Mahasiswa magang 2 akan melaksanakan pembelajaran dengan fokus kegiatan pada penyusunan modul ajar, penerapan pendekatan deep learning, serta asesmen formatif dan sumatif. Mereka juga diharapkan mampu menanamkan lima nilai utama dalam kurikulum berbasis cinta, serta mengembangkan delapan profil pelajar pancasila dalam proses pembelajaran.Selain itu, terdapat kesepahaman antara guru pamong dan mahasiswa untuk melakukan minimal empat kali pertemuan tatap muka sebagai bagian dari praktik pembelajaran.
Dengan pelaksanaan magang ini, diharapkan para mahasiswa memperoleh pengalaman nyata, meningkatkan keterampilan mengajar, serta menumbuhkan jiwa pendidik yang berkarakter, tangguh, dan siap berkontribusi di dunia pendidikan.



