
Generasi Qur’ani Bersinar di Apel Pagi: Pertama dalam Sejarah Kelas Tahfidz Lulus Ujian Tahfidz dan Munaqosah 1 Juz dalam Sekali Duduk
Ponorogo – MTsN 1 Ponorogo menyelenggarakan apel pagi pada hari Senin, 8 Desember 2025 di halaman madrasah pada pukul 07.00. Apel pagi yang diikuti oleh seluruh warga madrasah ini berlangsung dengan tertib dan khidmat. Bertindak sebagai pembina apel, Kepala MTsN 1 Ponorogo, Bapak Taufik Effendi, S.Ag., M.Pd.I, menyampaikan apresiasi kepada seluruh guru yang terus berupaya meningkatkan kompetensi di berbagai bidang sesuai dengan potensi masing-masing. Beliau menegaskan bahwa aktivitas madrasah harus dilaksanakan sesuai dengan kekuatan dan kemampuan setiap unsur yang ada.
“Mari kita bersama-sama membesarkan MTsN 1 Ponorogo dengan meningkatkan berbagai kegiatan di madrasah ini. Semoga MTsN 1 Ponorogo menjadi madrasah yang lebih unggul dari sekarang,” tuturnya.
Beliau juga menginformasikan bahwa mulai semester genap mendatang, MTsN 1 Ponorogo akan menjadi pilot project Madrasah Berbasis Cinta, sehingga seluruh komponen madrasah diharapkan dapat berkreasi dan berkarya sesuai dengan bidang dan kompetensi masing-masing.
Sebagai penyemangat, beliau juga kembali menyerukan yel-yel kebanggan madrasah:
“Siapa kita? Madrasah
Madrasah? Maju, Bermutu, Mendunia!
MTsN 1 Ponorogo! Unggul, Inovatif, dan Kompetitif.”
Setelah rangkaian apel pagi, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan hadiah bagi para siswa Kelas Tahfidz sebagai bentuk apresiasi atas prestasi yang telah diraih. Penyerahan hadiah dipandu oleh Bapak Muh. Khoiruddin, M.Pd., selaku ketua program Kelas Tahfidz. Dalam sambutannya beliau menyampaikan pesan penuh motivasi kepada para siswa.
“Anak-anakku, kebahagiaan kalian adalah bukti bahwa ketekunan dan kesabaran mampu mengantarkan seseorang kepada keberhasilan. Setiap ayat yang kalian hafal membutuhkan perjuangan. Setiap halaman yang kalian setorkan memerlukan kesungguhan.”
Lebih lanjut beliau mengungkapkan ketujuh siswi yang mendapatkan penghargaan ini bukan sekedar pemberian hadiah, namun juga merupakan bentuk pengakuan madrasah atas usaha, kerja keras, semangat, dan ketekunan yang telah ditunjukkan. Prestasi tidak hadir begitu saja, melainkan lahir dari keberanian, kegigihan, belajar, dan kegigihan untuk terus memperbaiki diri.

Dalam sejarah kelas Tahfidz MTsN 1 Ponorogo, baru pertama ini ada 7 siswi Lulus Ujian Tahfidz 1 Juz sekali duduk. Ketujuh siswi tersebut adalah Arza Millatina A, Zahida Qalbi N, Syafika Almahira R, Aura Salsabila, A Afifa Sahira, Qenza Abellia Z, dan Saskya Nur A.
Kemudian, ada 3 siswa terbaik dalam bacaan, tajwid dan hafalannya, yaitu
- Sakana Hidayatul N (5 Juz)
- Fathan Octavian S (4 1/2 Juz)
- Hilda Khansa C (4 1/2 Juz)
Pada kesempatan tersebut, tujuh siswi yg berhasil Lulus Ujian Munaqosah 1 juz sekali duduk, masing- masing mendapatkan hadiah:
- Peralatan sekolah dari Madrasah
- Peralatan sekolah dari Pengurus Tahfidz
- Al Qur’an Mushaf Madinah dari Markaz Qur’an Unida Gontor
- 1 Paket Makan Gratis dari Rumah Makan Lesehan Bumi Tegalsari Kidul Perempat Jetis
- Vacuum Flask Set dari NTTS Transport Jetis
- 1 Voucher Umroh (paket 12 hari di Mekah dan Madinah) sebesar Rp 2.000.000,- dari Biro Umroh An Namiroh Perwakilan Ponorogo yg beralamat di Perum Dwija Regency No A12 Tonatan Ponorogo

Sedangkan 3 siswa terbaik mendapatkan 1 Voucher Umroh (paket 12 hari di Mekkah dan Madinah) sebesar Rp. 2.000.000,- dari Biro Umroh An Namiroh
Beliau juga mengucapkan selamat kepada penerima penghargaan dan menegaskan bahwa para penghafal Al-Qur’an adalah penjaga dan pejuang sepanjang hayat.
“Penghafal Al-Qur’an merupakan penjaga perjuangan sepanjang hayat, semoga menjadi generasi Qur’ani yang membawa cahaya kebaikan dimanapun berada. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan keberkahan dalam setiap langkah serta usaha kita sehingga menjadikan generasi yang bermanfaat bagi agama, masyarakat, dan bangsa.”
Kepala Madrasah juga turut menyampaikan rasa bangga kepada para siswa yang telah menunjukkan dedikasi luar biasa dalam menghafal Al-Qur’an.
“Anak-anakku yang saya banggakan, kalau melihat teman-teman kalian seperti ini, ada yang hafal 5 juz, kami semuanya sangat berbangga hati. Bahkan mestinya ada yang meneteskan air mata, karena kita yang 1 juz saja tidak hafal-hafal. Alangkah bangganya kita mempunyai teman yang seperti ini.”
Beliau melanjutkan dengan nasehat yang penuh makna:
“Apa rahasianya? Teman-teman kita yang ahli Qur’an ini akan bisa membantu kita asalkan satu: kita mempunyai rasa cinta dan senang kepada mereka. Kalaupun kita tidak bisa menghafal, kita senang saja. Konsepnya hanya itu: Kun ‘aliman au muta‘alliman au mustami‘an au muhibban wa la takunil khamisah fa tahlik. Jadilah orang yang alim, kalau tidak bisa jadilah pembelajar, kalau tidak bisa jadilah pendengar, kalau tidak bisa setidaknya menyukai kebaikan. Jangan menjadi yang kelima: tidak suka, tidak mendengarkan, tidak belajar, tapi justru menggunjing temannya atau orang lain. Semoga dengan kita senang, kita disyafaati oleh teman-teman sehingga bisa selamat dunia dan akhirat. Bagi yang ahli Qur’an, jangan hanya berdo’a untuk diri sendiri, tetapi juga mendoakan teman-teman agar dimudahkan Allah SWT dalam segala urusan”
Kegiatan ditutup dengan yel-yel dan sesi foto bersama. Suasana haru, bangga, dan penuh syukur terpancar dari seluruh peserta acara. Diharapkan kegiatan ini menjadi motivasi untuk terus mencintai, mempelajari, dan mengamalkan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.



